counter

Kamis, 11 Juni 2020

Tokoh Inspiratif Master Cheng Yen (pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi)



Tokoh Inspiratif Master Cheng Yen (pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi)"




Pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi yaitu Master Cheng Yen, dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937 di Chingsui, Taiwan bagian tengah. Wafatnya sang Ayah di tahun 1960 membuat beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah. Sejak saat itu, beliau mulai mempelajari agama Buddha secara lebih serius sebelum akhirnya menjalani hidup sebagai bhiksuni pada tahun 1964.

Pada tahun 1966, Master Cheng Yen bersama beberapa pengikutnya datang ke balai pengobatan di Fenglin untuk mengunjungi seorang umat yang menjalani operasi akibat pendarahan lambung. Ketika keluar dari kamar pasien, Master Cheng Yen melihat bercak darah di atas lantai tetapi tidak terlihat adanya pasien. Dari informasi yang diperoleh, diketahui bahwa darah tersebut milik seorang wanita penduduk asli Gunung Fengbin yang mengalami keguguran. Karena tidak mampu membayar NT$ 8.000 (sekitar Rp 2,4 juta), wanita tersebut tidak bisa berobat dan terpaksa harus dibawa pulang. Mendengar hal ini, perasaan Master Cheng Yen sangat terguncang. Seketika itu beliau memutuskan hendak mengumpulkan dana amal untuk dan menyumbangkan semua kemampuan yang ada pada dirinya untuk menolong orang yang menderita sakit dan miskin di Taiwan bagian timur.

Pada awal berdiri, kegiatan kemanusiaan Tzu Chi memiliki anggota sebanyak 6 orang bhiksuni (Master Cheng Yen dan 5 muridnya). Untuk mengumpulkan dana kegiatan kemanusiaan, Tzu Chi memiliki kegiatan merajut sepasang sepatu bayi serta memberikan celengan bambu untuk para anggotanya. Tujuan Master Cheng Yen memberi anggotanya celengan bambu adalah agar para ibu rumah tangga setiap pagi sebelum pergi berbelanja ke pasar, menghemat dan menabung 50 sen ke dalam celengan bambu tersebut. Dari 30 anggota, terkumpul 450 dolar setiap bulan, ditambah hasil pembuatan sepatu bayi 720 dolar, maka setiap bulan total terkumpul 1.170 dolar sebagai dana bantuan untuk fakir miskin. Kabar dari berdirinya kegiatan kemanusiaan Tzu chi menyebar cepat ke berbagai tempat di Hualien dan membuat banyak orang tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam yayasan tersebut. Pada tanggal 14 Mei
1966, Yayasan Kemanusiaan Buddha Tzu Chi secara resmi terbentuk.

 

 

Teladan yang bisa ditiru dari Master Cheng Yen adalah sikap menebarkan cinta kasih universal kepada semua umat dan makhluk tanpa memandang perbedaan apapun. Ketulusan, kepercayaan dan kebijaksanaannya telah membuat sebuah dunia yang indah. Dunia memang seharusnya menjadi dunia yang satu keluarga. Sikap bajik dan mulia dari Master Cheng Yen sepatutnya dapat kita tiru untuk menciptakan dunia damai, harmonis dan satu keluarga.

Bagi penulis, Master Cheng Yen dapat menjadi sosok inspirasi karena yayasan Buddha Tzu Chi saat ini adalah organisasi yang telah berada di sekitar 45 negara. Disini ada sosok perjuangan, kepercayaan dan kegigihan dari seorang bhiksuni dan relawannya yang tidak semudah membalikan telapak tangan dalam membangun Yayasan Tzu Chi. Yayasan yang pada awalnya hanya memiliki 6 anggota tetapi saat ini sudah memiliki banyak anggota. Yang awalnya hanya bermula di Taiwan tetapi saat ini sudah berkembang pesat di beberapa negara. Disini perjuangan Master Cheng Yen sangatlah mulia. Teladan Beliau dalam menyebarkan cinta kasih penuh dengan perjuangan tanpa pamrih untuk menjadikan dunia menjadi satu keluarga.

Penulis akhiri dengan sebuah quote yang dapat memberi semangat:
"Ketika kita menganggap kegagalan adalah pengalaman dan harta yang paling berharga, kita berhasil membangun sebuah kehidupan yang sehat dan penuh semangat."

Penulis: Melita
Editor: Sheila Mitha Kalyani & Erwin

Sumber Bacaan:

https://www.indozone.id/news/lNsroe/mengenal-sosok-master-cheng-yen-dan-yayasan-buddha-tzu-chi

https://www.kompasiana.com/juls/54ff9a4ca33311874a510cc3/resensi-master-cheng-yen-teladan-cinta-kasih

 

 Go Follow!

Instagram : Cittamagz


Youtube : Cittakmbp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar