counter

Minggu, 26 Juli 2020

Mengapa kita harus Berdana?

Mengapa kita harus Berdana?

 

Kata “dana” berasal dari bahasa Pali, yaitu “dāna” yang dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan: amal, sedekah, pemberian, atau hadiah. Sementara itu, dana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya uang yang disediakan untuk suatu keperluan. Dalam agama Buddha, berdana tidak sebatas pelengkap saja, karena istilah berdana diartikan sebagai pelepasan apa yang kita miliki (barang, uang, tenaga, waktu dan rasa aman) dengan membantu serta memberikan hal tersebut secara ikhlas kepada orang lain. Berdana sebenarnya merupakan langkah pertama dimulainya praktek perbuatan baik sekaligus benih perkembangan spiritual yang patut dilakukan. Berdana juga bermanfaat untuk mengikis keserakahan, mengurangi derita orang yang tertimpa musibah, membantu orang yang membutuhkan, sebagai ungkapan rasa terima kasih serta merupakan upaya untuk membahagiakan orang lain.

Perbuatan memberi merupakan satu langkah awal yang penting di dalam praktik Buddhis. Jika dipraktikkan tersendiri, perbuatan berdana ini merupakan landasan jasa kebajikan atau karma baik. Jika dibersamai dengan moralitas, konsentrasi dan kebijaksanaan, berdana akhirnya menghasilkan pembebasan diri dari samsara (lingkaran tumimbal lahir). Bahkan mereka yang sudah mantap di jalan pembebasan pun tetap selalu berdana, karena perbuatan ini membuahkan kekayaan, keelokan dan kegembiraan di dalam sisa hidup mereka. Para Bodhisattva melengkapi danaparami (kesempurnaan dana) sampai tingkat tertinggi yakni dengan rela memberikan anggota tubuh dan kehidupan mereka untuk membantu mahluk-mahluk lain.

Kegiatan berdana tidak membatasi siapa saja yang boleh memberi dan dimana saja tempat untuk berdana karena semua orang memiliki kesempatan yang sama, dapat memberikannya kepada penerima yang paling pantas serta dapat memilih dana yang paling sesuai baginya. Berdana yang baik dapat dilakukan dengan 8 cara yaitu:

  1. Berdana barang yang bersih. Berdana yang dilakukan dengan cara yang benar dan tidak bertentangan dengan Dhamma. Contohnya: jangan berdana untuk diingat orang lain atau berdana dari hasil uang yang bukan jerih payah kita sendiri (hasil mencuri). Berdana lebih baik dilakukan secara diam-diam agar dapat melepaskan pikiran dari kekotoran batin.
  2. Berdana barang yang baik. Selain cara yang benar, barang yang kita danakan, dapatnya juga masih bisa digunakan oleh penerima. Janganlah berdana barang yang kita sendiri sudah tidak bisa digunakan.
  3. Berdana barang yang tepat tiba. Misalnya ingin berdana makanan untuk para bhikkhu, maka waktu yang tepat adalah sebelum tengah hari.
  4. Berdana barang yang layak untuk penerima. Barang yang layak bukan hanya barang yang bagus, tetapi juga barang yang pantas digunakan oleh penerima. Misalnya berdana baju yang meskipun baru, tetapi jika diberikan kepada para bhikkhu, baju tersebut menjadi barang yang tidak layak untuk penerima.
  5. Berdana barang dengan bijaksana, yaitu melihat manfaatnya bagi penerima. Kita harus memikirkan ulang apakah dana yang kita berikan, membuat orang yang menerima dana semakin maju atau semakin baik.
  6. Berdana secara tetap. Berdana secara rutin atau tetap akan membuat karma buruk kita menjadi berkurang. Ibarat sebilah pisau yang diasah setiap saat, maka pisau itu akan terbebas dari karat.
  7. Berdana dengan pikiran yang tenang. Hendaknya berdana dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih, karena pamrih akan membuat pikiran menjadi gelisah.
  8. Mempertahankan batin agar tetap bahagia setelah berdana. Ciptakanlah keadaan batin yang menyenangkan sebelum berdana, pada saat menyerahkan dana, dan setelah berdana agar kebahagiaan hati meningkat. Jangan pernah menyesal setelah berdana.

 Seperti halnya semua perbuatan baik, berdana akan memberikan kebahagiaan pada kita di masa depan, sesuai dengan hukum karma (sebab-akibat) yang diajarkan oleh Sang Buddha. Berdana menghasilkan manfaat dalam kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang. Apalagi ketika niat itu dibarengi dengan pemahaman, kita dapat dengan pesat meningkatkan jasa kebajikan yang diperoleh lewat pemberian yang kita lakukan.

 

Penulis Artikel : Cessy Adelya

Editor : Sheila Mitha Kalyani & Erwin

 

 

Sumber Bacaan :

 

Bodhi, Bhikkhu, dkk. Mengapa Berdana.

Dilihat di: https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/mengapa-berdana/ . DIakses tanggal: 12 Juli 2020

Santadhiro, Bhikkhu. 2015. Cara Berdana Yang Mendatangkan Manfaat Besar. Dilihat di: 

http://www.dhammacakka.org/?channel=ceramah&mode=detailbd&id=572. Diakses tanggal: 12 Juli 2020

Thera, Bhikkhu Thitavamso. 2018. Pengertian Pemberian dalam Agama Buddha. Dilihat di:

https://analisadaily.com/berita/arsip/2018/12/6/659533/pengertian-pemberian-dalam-agama-buddha/ . Diakses tanggal: 12 Juli 2020

PilMotivasi. 2016. Bagaimana Cara Berdana dengan Baik Menurut Buddha?. Dilihat di:  

http://pilmotivasi.blogspot.com/2016/08/bagaimana-cara-berdana-dengan-baik.html. Diakses tanggal: 12 Juli 2020

 


 Go Follow!

Instagram : Cittamagz

Youtube : Cittakmbp

Sabtu, 18 Juli 2020

The Seven Habits of Highly Effective People

The Seven Habits of Highly Effective People

 

Seringkali kita bingung bagaimana menjadi pemimpin yang mampu mengarahkan anggota untuk bersama-sama mencapai tujuan. Hal sederhana tentang bagaimana menjadi pemimpin untuk diri sendiri juga harus terus kita latih. Kita harus lebih banyak membentuk kebiasaan baik dibandingkan dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan sendiri berarti suatu hal yang dikerjakan tanpa perlu dipikir terlebih dahulu (otomatis akan dilakukan). Berbicara tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik, Badan Pengurus Harian Keluarga Mahasiswa Buddhis Palembang (KMBP) berkesempatan untuk mengikuti training online  “Lead Yourself Lead The World” tanggal 24 - 25 Juni 2020 yang dipandu oleh Icebreaker nomor satu Indonesia yaitu saudara Ferdi Kawi. Tema yang diangkat dalam training tersebut adalah 7 kebiasaan orang sukses menurut Steven Covey.

Steven Covey adalah seorang penulis asal Amerika Serikat sekaligus penulis buku The Seven Habits of Highly Effective People. Tujuh kebiasaan tersebut dapat mendorong pemimpin mencapai tujuan. Seorang pemimpin adalah orang yang semestinya memiliki kebiasaan yang efektif agar mampu menjadi produktif dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Dari 7 kebiasaan, ada 3 kebiasaan yang harus dikembangkan mulai dari diri sendiri, antara lain:

1. Proaktif

 

Sumber Foto: Jamil Azzaini

Pemimpin yang baik, bertindak secara kreatif dan bertanggung jawab menggunakan apa yang ada, mereka mampu mengendalikan situasi daripada dikendalikan oleh situasi. Untuk sukses dalam karir, kita harus secara sadar menentukan apa yang harus dicapai dan apa saja yang harus dilakukan agar tujuan tersebut mampu tercapai. Tentunya, keinginan atau tujuan yang ingin dicapai harus disertai dengan usaha dan kerja keras.

2. Punya tujuan

 

Sumber Foto: Bernas.id

Mulailah segala sesuatu dengan gambaran akhirnya. Pertimbangkan segala konsekuensi sebelum bertindak, sehingga mampu bertindak secara produktif. Adanya tujuan membuat kita mampu meminimalisir langkah yang tidak perlu dilakukan, yang tentunya dapat membuang-buang waktu berharga dalam mencapai tujuan.

3. Skala prioritas

 

Sumber Foto: Christian Questions Bible Podcast

Selalu dahulukan hal yang utama dan penting untuk dilakukan. Kita harus mendahulukan prioritas yang berdampak besar terhadap tujuan, merupakan target terdekat dan bisa berpengaruh pada banyak orang. Penting juga untuk me-review skala prioritas yang telah kita buat.

Selanjutnya, ada 3 kebiasaan tambahan yang membutuhkan komunikasi serta kerja sama yang baik dengan orang lain.

 

4. Berpikirlah menang-menang (win-win solution)

 

 

Sumber Foto: Solution Selling Training

Pikirkan orang lain yang ikut mempengaruhi tercapainya tujuan kita. Buatlah pembagian yang adil dan menguntungkan untuk semua pihak agar tercipta hubungan yang baik dalam tim. Hal ini akan membuat semua pihak merasa senang dengan keputusan kita dan merasa terikat dengan rencana atau tindakan yang kita buat. Berpikir menang-menang melihat kehidupan sebagai arena yang kooperatif , bukan kompetitif.

5. Empati

 

Sumber Foto: Medium

Pahami orang lain terlebih dahulu baru kemudian minta dipahami. Komunikasi adalah hal penting yang harus dilakukan agar segala hal menjadi jelas. Sebelum melontarkan ide, ada baiknya jika kita memahami ide dan kepentingan rekan yang lain. Jika dipraktekkan, hal ini membuat semua orang akan dengan senang hati mendengarkan dan menerima kita.

 

 

 

6. Sinergi

 

Sumber Foto: Semar Engineer

Wujudkan sinergi (kerja sama) yang kreatif dengan menggali potensi atau kontribusi orang lain. Karena kekuatan kerja sama lebih besar dari kekuatan individu. Latar belakang berbeda akan memberikan ide yang lebih beragam yang akan membuka jalan bagi solusi yang lebih kreatif dan menguntungkan.

7. Asah gergaji

 

Sumber Foto: Zee News

Beradaptasi dan berhenti sejenak ketika jenuh, untuk maju dengan maksimal. Perbaharui diri (dari segi spiritual, mental, fisik, sosial atau emosional) untuk menumbuhkembangkan pengetahuan dan  kebiasaan baik lainnya. Mengasah gergaji bisa dilakukan dengan hal-hal yang menyenangkan seperti: liburan, mengerjakan hobi, dan semua hal yang membantu kita mendapatkan kesegaran dan semangat baru dalam melakukan pekerjaan rutin kita.

Karakter kita adalah gabungan dari kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk dari suatu komitmen yang kuat. Membaca, mengingat, dan mempraktekkan tujuh prinsip dan kebiasaan diatas membuat kita mampu mengasah kemampuan kepemimpinan baik bagi diri sendiri maupun di dalam sebuah tim. Gunakan 7 prinsip diatas sebagai pegangan untuk bertahan dalam mencapai tujuan. Jadilah pemimpin yang realistis dan mampu membuat tim bekerja dengan sukarela dan sepenuh hati.

 

“Aku tak percaya pada sebuah takdir, yang didapatkan manusia bagaimanapun mereka berlaku. Tetapi aku percaya pada sebuah takdir, yang didapat manusia dengan cara bertindak.” - Buddha

 

 

Penulis: Sheila Mitha Kalyani

Editor: Erwin


Sumber bacaan:

Cahyadi, Ridwan.2018. Seven Habits Of Highly Effective People (Steven R. Covey). Dilihat

di: https://slideplayer.info/slide/12436413/. Diakses tanggal 16 Juli 2020

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. 2017. Mengambil hikmah dari buku “7 Habbits of

Highly Effective People” Karya Steven R. Covey. Dilihat di: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-jakarta3/baca-artikel/12582/Mengambil-hikmah-dari-buku-7-Habbits-of-Highly-Effective-People-karya-Stephen-R-Covey.html. Diakses tanggal 16 Juli 2020

 

 Go Follow!

Instagram : Cittamagz

Youtube : Cittakmbp

Sabtu, 11 Juli 2020

Perayaan Asadha Puja 2564 BE / 2020 M

Perayaan Asadha Puja 2564 BE / 2020 M


 Keterangan Foto: Khotbah pertama Sang Buddha kepada lima orang muridnya.

Sumber fotohttps://id.wikipedia.org/wiki/Asadha_Puja

Umat Buddha merayakan hari raya suci Maha Puja Asadha yang biasanya jatuh pada bulan Juli, pada bulan purnama ke delapan penanggalan lunar yang tahun ini diperingati pada 5 Juli lalu. Hari Asadha sendiri merupakan salah satu dari empat hari besar agama Buddha dimana memiliki makna tentang peristiwa pertama kalinya Sang Buddha Gautama mengajarkan Dhamma (khotbah) kepada lima orang pertapa, yaitu Kondana, Kappa, Asajji, Bhadiva dan Mahanama. Selain itu, peristiwa Asadha Puja sendiri dijadikan penanda bahwa sangha telah didirikan di dunia, dimana pertapa Kondanna menjadi bhikkhu yang pertama ditahbiskan dengan kata-kata: ”Ehi bhikkhu!” disusul empat pertapa lainya. Sehingga saat itu, lengkaplah sudah Tiga Permata (Buddha, Dhamma, Sangha) yang tak ternilai sebagai pelindung dan pembimbing bagi para dewa dan manusia. Khotbah pertama tersebut dikenal dengan nama Dhammacakka Pavatana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma) di taman Rusa Isipatana di Benares. Kata Asadha sendiri merupakan kata yang berasal dari nama bulan kedelapan pada penanggalan Buddhis.

Peristiwa suci Asadha merupakan peristiwa yang mempunyai arti amat penting bahkan keramat bagi kemanusiaan. Sebab, dengan terjadinya peristiwa Asadha sampai saat ini umat Buddha masih dapat mengenal Buddha Dhamma sebagai rahasia hidup yang indah pada awal, pertengahan dan pada akhirnya. Dalam khotbah Dhammacakka Pavattana Sutta, Sang Buddha juga mengajarkan tentang Empat Kesunyataan Mulia (Cattari Ariya Saccani) yang menjadi landasan pokok Buddha Dhamma. Empat poin tersebut antara lain:

  1. Dukkha Ariyasacca, yang berarti kesunyataan mulia tentang adanya dukkha.
  2. Dukkha Samudaya Ariyasacca, yang berarti kesunyataan mulia tentang sebab dukkha.
  3. Dukkha Nirodha Ariyasacca, yang berarti kesunyataan mulia tentang akhir dukkha.
  4. Dukkha Nirodha Gamini-Patipada Ariyasacca, yang berarti kesunyataan mulia tentang jalan untuk melenyapkan dukkha.

Sang Buddha mengajarkan bahwa hidup dalam bentuk apapun adalah dukkha atau penderitaan. Umat Buddha tidak boleh menutup mata pada kebenaran tentang adanya penderitaan yang mencengkeram kehidupan ini serta harus menghadapinya dengan tabah. Selanjutnya, umat Buddha harus berusaha mencabut akar penderitaan itu, agar tidak bertumimbal lahir terus menerus. Sang Buddha mengajarkan bahwa akar atau sebab penderitaan itu adalah nafsu-nafsu keinginan rendah (tanha) yang tidak ada habis-habisnya. Tanha sendiri terdiri atas tiga jenis, yaitu :

  1. Kama tanha, yang berarti keinginan akan kenikmatan indria.
  2. Bhava tanha, yang berarti keinginan akan kelangsungan atau perwujudan.
  3. Vibhava tanha, yang berarti keinginan akan pemusnahan.

Hanya dengan terpotongnya sebab penderitaan (tanha) sampai keakar-akarnya, dukkha juga dapat dilenyapkan sehingga dapat mencapai Nibbana (kebahagiaan tertinggi). Sang Buddha mengajarkan bahwa ada satu jalan untuk membebaskan makhluk dari penderitaan, yaitu Ariya Atthangika Magga (Jalan Mulia Berunsur Delapan). Jalan yang agung dan keramat ini hanyalah satu, tetapi terdiri atas delapan unsur yang tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu dengan yang lainnya.

 Jalan Keramat ini juga dikenal sebagai jalan tengah ( Majjhima Patipada ) karena mengindari cara hidup yang ekstrim seperti pemuasan nafsu yang serta penyiksaan diri yang berlebihan. Ariya Atthangika Magga dapat diantaranya adalah:

  • Samma Ditthi (pandangan benar)
  • Samma Sankhapa (pikiran benar)
  • Samma Vacca (bicara benar)
  • Samma Kamanta (perbuatan benar)
  • Samma Ajiva (pencaharian benar)
  • Samma Vayama (daya upaya benar)
  • Samma Sati (perhatian benar)
  • Samma Samadhi (konsentrasi benar)

Umat Buddha harus mengembangkan latihan sila (perilaku yang baik), samadhi (konsentrasi), dan panna (kebijaksanaan luhur) dalam kehidupan sehari-hari. Maha Puja Asadha dapat kita lakukan dengan menghargai, menjalankan dan mempraktekkan Dhamma yang telah dibabarkan oleh Sang Buddha. Dengan demikian, kita telah menghormati Buddha, Dhamma dan Sangha, sekaligus menjadikannya sebagai tempat berlindung yang paling aman.

 

Nama penulis: Melita Giovani Khoe

Editor: Sheila Mitha Kalyani & Erwin

 

Sumber Bacaan :

Sammagi-phala. 2015. Makna Hari-Hari SUci Agama Buddha. Dilihat di:

https://samaggiphala.or.id/naskah-dhamma/makna-hari-hari-suci-agama-buddha-2/. Diakses tanggal: 8 Juli 2020

Wikipedia. 2020. Asadha Puja. Dilihat di: https://id.wikipedia.org/wiki/Asadha_Puja. Diakses

tanggal 8 Juli 2020

Yayasan Buddhakirti. 2006. Kumpulan Naskah Dharma. Palembang


 Go Follow!

Instagram : Cittamagz

Youtube : Cittakmbp

Jumat, 10 Juli 2020

KMBP Online Competition Berlangsung Sukses

KMBP Online Competition Berlangsung Sukses

 Gambar: diambil dari peserta Fotografi


 Gambar : Lomba Kuis Dhamma


 Gambar : Lomba Menulis Puisi


 Gambar : Lomba Menulis Puisi

 


 Gambar : Lomba Artikel Buddhis

 

Keluarga Mahasiswa Buddhis Palembang (KMBP) Online Competition merupakan lomba daring perdana KMBP dengan tema "Become The Winner During Pandemic Era". Lomba ini ditujukan untuk anggota eksternal KMBP. KMBP Online Competition berlangsung pada tanggal 29 juni - 04 juli 2020 dengan banyak pilihan lomba, seperti : kuis dhamma, bercerita Buddhis, artikel Buddhis, menyanyi Buddhis, fotografi, menulis puisi, sampai dengan game favorit anak muda seperti mobile legend.  

Lomba yang dilaksanakan selama 6 hari ini terbagi menjadi dua sistem. Sistem pertama adalah lomba kuis dhamma dan Mobile Legend yang dilaksanakan selama 3 hari secara langsung (live) dengan tujuan agar dapat langsung mengetahui pemenang lomba. Sistem selanjutnya yaitu lomba bercerita Buddhis, artikel Buddhis, menyanyi Buddhis, fotografi, dan menulis puisi yang dilakukan menggunakan sistem upload, baik via Instagram maupun e-mail dengan batas waktu pengumpulan sampai hari jumat tanggal 3 Juli. Penilaian skor dilakukan pada tanggal 04 Juli 2020 dan pengumuman pemenang serempak dilakukan pada tanggal 05 Juli 2020.

Philippo Fadly selaku ketua pelaksana acara ini mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas mahasiswa dirumah. “Tujuan diadakannya KMBP Online Competition adalah untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas generasi muda di tengah masa pandemi Covid-19. Kegiatan positif ini bisa menjadi tantangan bagi mahasiswa yang saat ini diam dan bosan beraktivitas di rumah. Selain itu, KMBP Online Competition juga menjadi ajang untuk mengenalkan KMBP hingga ke luar kota Palembang, dimana kegiatan yang diadakan secara online ini belum banyak dilakukan oleh organisasi kemahasiswaan lain.” katanya. 

Walaupun acara ini dilakukan secara online, peserta lomba tetap memiliki semangat dan antusias yang tinggi untuk menang. Bagi Florence Josi Vania (juara pertama lomba menyanyi Buddhis) di masa pandemi seperti ini sangat dibutuhkan kegiatan-kegiatan yang mendukungnya untuk tetap dapat mengeksplorasi diri dan berlatih. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih karena KMBP telah mengadakan kegiatan bermanfaat seperti perlombaan online yang terasa seperti wujud perhatian kepadanya. Menurutnya, hadiah bukanlah yang utama, partisipasi untuk aktif berkegiatan adalah yang utama.

Veony Virginia Suwardi (juara ketiga lomba bercerita Buddhis) juga memberikan kesan yang sangat menarik, menurutnya KMBP Online Competition itu kreatif dalam menyediakan pilihan lomba. Ini pertama kalinya bagi Veony melihat ada lomba Bercerita Buddhis dan Puisi Buddhis. “Karena biasanya kalo lomba-lomba Buddhis kan cerdas cermat, nyanyi, atau artikel ya,” ungkapnya. Ia juga melanjutkan bahwa “KMBP Online Competition seru karena bisa liat post-post-an peserta lain di Instagram, bisa saling like, saling comment jadi bisa menambah teman baru, panitianya juga ramah-ramah dan helpful banget. Overall, event-nya oke banget deh dan bisa silahturahmi juga sesama KMB” katanya.

Berikut adalah daftar pemenang lomba KMBP Online Competition

1. Kuis Dhamma

  • Juara 1: Felicia Hartono
  • Juara 2: Jessica Hilary Naomi
  • Juara 3: Lily Hendryati

2. Bercerita Buddhis

  • Juara 1: Lisa
  • Juara 2: Fladys Jashinta. M
  • Juara 3: Veony Virginia Suwardi
  • Juara Favorite: Jessica Anliani Huang

3. Artikel Buddhis

  • Juara 1: Handi Jovian
  • Juara 2: Metta Pricillia
  • Juara 3: Alberd Alberto Ardiansyah

4.  Menyanyi Buddhis

  • Juara 1: Florence Josi Vania
  • Juara 2: Richard Afandi
  • Juara 3: Qishella Violen
  • Juara Favorite: Richard Alexander The

5.  Fotografi

  • Juara 1: Melisa Antonia
  • Juara 2: Marcylia Co
  • Juara 3: David Hermanto
  • Juara Favorit: Richard Alexander The

6.  Menulis Puisi

  • Juara 1: Kevin Valiant
  • Juara 2: William Husada
  • Juara 3: Devita Melanie Chandra

7.  Mobile Legend

  • Juara 1: Sleep You Lose

Anggota : 

1) Jason Hanes

2) Ferdinand Kevin

3) Christian Marcell

4) Oey Aldi Winata

5) Kenzi Wibowo

6) Aprianto

  • Juara 2 : As You Wish

Anggota : 

1) Michael Claresta

2) Jimmy Heskey

3) Dedi Hermansyah

4) Andretya

5) Farren Regyna Omar

  • Juara 3 : Void

Anggota : 

1) David Huang

2) Michael Huang

3) Kelvin Chang

4) Elvin Huang

5) Juanda Rifqi

 

Penulis: Melyssa Herman

Editor: Sheila Mitha Kalyani & Erwin


 Go Follow!

Instagram : Cittamagz

Youtube : Cittakmbp

Kamis, 02 Juli 2020

Kesimpulan Sharing Session Tentang Aku, Kamu dan Kita dalam Melawan COVID-19

Kesimpulan Sharing Session Tentang Aku, Kamu dan Kita dalam Melawan COVID-19

 

Keluarga Mahasiswa Buddhis Palembang (KMBP) pada hari minggu tanggal 31 Mei 2020 telah melaksanakan sharing session secara online dengan tema “Aku, Kamu dan Kita dalam Melawan COVID-19”. Sharing session kali ini dipandu oleh anggota Divisi Sumber Daya Manusia KMBP yang bernama Nucke Aurelia dengan narasumber selaku Top 10 Miss Earth Indonesia tahun 2017, Top 10 Puteri Indonesia Sumatera Selatan tahun 2015 dan Indonesia Participating Youth for The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program yaitu Tetra Sherilla Armavira.

Tema kali ini diangkat untuk mendorong generasi muda agar berkontribusi dan memberikan impact nyata di masa pandemi seperti memberikan semangat kepada tenaga medis melalui video atau dengan tetap stay at home. Kontribusi yang generasi muda berikan bukan hanya dalam bentuk barang dan uang, melainkan ilmu, pengetahuan dan pengalaman. Tetra sendiri memilih membaca koran, istirahat, memasak dan menata kembali ruangan rumah sebagai kegiatan positif untuk mengisi waktu luang. Bangunlah positive mindset ketika banyak pekerjaan kita yang tertunda. Percayalah bahwa setiap hal yang terjadi punya alasan dan hikmah.

Untuk menjadi tetap produktif di masa pandemi, Tetra berpendapat bahwa hal utama yang harus ditumbuhkan adalah niat. Jadikan work from home bukan sebagai kendala melainkan hal yang mempermudah kita dalam bekerja. Sekarang, banyak orang mulai belajar dan dituntut bekerja menggunakan teknologi seperti menggunakan platform Zoom dan Google Meet untuk meeting. Jangan jadikan pandemi sebagai halangan untuk tetap produktif. Semua bergantung pada mindset dan niat bagaimana kita menggunakan waktu untuk hal-hal yang produktif.

Pandemi memberi hikmah karena membuat kita terbiasa dan menjadi harus beradaptasi dengan hal-hal dan aturan baru. Ini juga merupakan self improvement bagi kita untuk bisa bertahan dalam kondisi apapun. Kita harus bisa keluar dari comfort zone dan face new challenge. Tetra juga menyarankan anak muda untuk mengasah hal yang mereka sukai/kuasai serta mengembangkan passion untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas diri.

New Normal dalam pandangan Tetra adalah membiasakan diri dan beradaptasi dengan kondisi baru. Pandemi yang tidak tahu sampai kapan membuat kita harus bersahabat sekaligus menjaga diri dari mereka. Kebiasan- kebiasan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilakukan. Tetra percaya dengan kebijakan pemerintah, karena berpendapat bahwa keputusan pemerintah telah dipikirkan dari berbagai aspek seperti ekonomi, pariwisata, kesehatan dan aspek lainnya. Sebagai masyarakat yang baik sebaiknya kita percaya dan menaati kebijakan pemerintah.

Tetra berpesan agar para anak muda lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Untuk anak muda yang sangat diharuskan untuk beraktivitas di luar rumah, menaati protokol kesehatan adalah kunci utama yang harus dilakukan. Ketika harus keluar rumah, media sosial digunakan dengan bijak dan sebaiknya tidak memamerkan aktivitas diluar rumah. Lewat komunitas dan organisasi kita harus melibatkan diri untuk memberikan dampak positif kepada lingkungan seperti membuka donasi dan live lewat media sosial untuk menambah wawasan.

Tetra mengakui bahwa selama masa pandemi ada beberapa perubahan dalam dirinya. Sering berada dirumah membuatnya merasa lebih dekat dengan keluarga dan mengingatkannya bahwa hanya orang terdekat yang bisa melindungi dirinya. Tetra juga merasa bahwa orang Indonesia adalah orang yang kreatif dan mampu menciptakan konten yang menggugah perasaannya. Berbicara tentang bisnis, Tetra menyarankan para pebisnis untuk memanfaatkan apa yang ada, misalnya belajar berjualan melalui online shop dan media sosial serta meningkatkan kualitas bisnis sesuai perkembangan zaman. Cari tau hal yang tidak kita ketahui, sehingga bisnis kita bisa bertahan dan terus tetap menjual barang.

Dalam sharing session kali ini tentunya dibuka kesempatan untuk bertanya bagi teman-teman yang ingin tahu lebih dalam tentang tema “Aku, Kamu dan Kita Dalam Melawan COVID-19”. Berikut beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh teman-teman kita:

Ø Dari @Danausutria:  Tanggapan Kak Tetra yang suka travelling terkait sektor penerbangan yang sekarang ditutup ?

ü Kak Tetra:   Manfaatkan waktu ini untuk menyurusun rencana trip selanjutnya. Kita juga bisa melihat dan sadar akan betapa indahnya lingkungan di sekitar kita. 

 

Ø Dari @Wijayaardin:  Bagaimana cara mengatasi hoax, karena banyak informasi benar jarang tersorot di media?

ü Kak Tetra: Menyaring, membaca dan melihat informasi (bijaklah memilih informasi). Baca dan validasi kebenaran berita dari berbagai sumber. Tanya kepada orang yang bersangkutan sesuai peristiwa dalam berita.


Ø Dari @Danausutria:  Hal positif dan negatif selama masa pandemi?

ü Kak Tetra:  Hal positif banyak, membuat saya lebih dekat dengan keluarga, bisa sharing melalui live instagram dan belajar memasak. Kalo dari hal negatif, sebenarnya lebih baik disebut hikmah, karena banyak hal yang tertunda. Everything happens for a reason. Percaya bahwa walaupun hal-hal yang kita lakukan terlambat, itu merupakan rencana Tuhan bahwa hal itu memang sebaiknya ditunda. Positif atau negatif bergantung dari mindset. Mengubah mindset membuat hal positif bisa datang kepada kita.

Sebagai closing statement, Tetra mengingatkan para anak muda untuk tetap sabar, mengambil hikmah dari apa yang terjadi dan persiapkan diri menjadi orang yang  lebih baik. Berani beradaptasi dengan hal-hal baru dan berupayalah untuk  membahagiakan diri sendiri dan orang lain agar kebahagiaan kembali pada diri kita sendiri.


Penulis: Sheila Mitha Kalyani

Editor: Erwin


 Go Follow!

Instagram : Cittamagz

Youtube : Cittakmbp