Jumat, 21 November 2014

Perayaan “Oesiki”, Bersatu dalam Seni dan Spiritualitas

Perayaan Oesiki, Bersatu dalam Seni dan Spiritualitas 

15 November 2014, di malam hari saat rintik-rintik hujan turun membasahi Bumi,  tidaklah menjadi suatu halangan bagi umat Niciren Syosyu untuk tetap melaksanakan perayaan Oesiki yang bertempat di Vihara Vimalakirti. Makna dibalik perayaan ini adalah untuk memperingati moksa-nya Niciren Daisyonin yang berjiwa kekal abadi. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB yang diawali dengan Upacara Otaiya yang dipimpin oleh Pandita di lantai dua Vihara Vimalakirti. Perayaan kali ini diikuti oleh cukup banyak umat, mulai dari anak-anak, remaja, muda-mudi, hingga para orang tua. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tekad.


Setelah upacara di lantai dua selesai, Kini saatnya generasi muda untuk unjuk diri. Para umat mulai turun dan menyaksikan pelbagai acara hiburan yang disajikan, diawali dengan tarian daerah, lalu ada pula penampilan modern dance, serta performance dari band yang membawakan beberapa lagu dari Bon Jovi. Tak hanya sampai disitu, para ibu-ibu mudapun tidak mau ketinggalan untuk unjuk gigi mereka dengan membawakan sebuah modern dance yang diiringi lagu “Sakitnya tuh disini”. Selain dihibur dengan pelbagai macam pertunjukkan seni, lidah para tamu undangan berserta umat pun dimanjakan dengan makanan-makanan khas daerah, mulai dari laksa, hingga beberapa manisan seperti kue lupis dan kue pancong.

Tak hanya sampai disitu, acara pun masih terus berlanjut dengan pertunjukkan drama, serta Tanya jawab yang akan berlangsung pada pukul 23.00 WIB. Namun sayang, tim redaksi Citta tidak sempat menyaksikan dan meliput perayaan Oesiki ini sampai selesai. Hal ini dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Sudah terlalu larut malam, serta cuaca yang mulai menunjukkan tanda-tanda akan menumpahkan kembali air-nya.



Pesan moral yang dapat tim redaksi Citta ambil dari perayaan Oesiki ini adalah bahwa tujuan kita semua adalah agar jiwa kita dapat mencapai kesadaran Buddha yang akan menentukan sebab jodoh kelahiran kembali dalam lingkaran hidup mati. Oleh karena itu, mari kita ambil teladan yang baik dari Niciren Daisyonin. Selain itu, mari kita semuanya menggunakan moment ini untuk bersama mendoakan kemakmuran Indonesia, serta kebaikan seluruh dunia. (ssn)


Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta,
Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar