counter

Senin, 30 Maret 2020

Keseruan Lomba Internal Perdana "K-SPARTED"


     
     
    






Sumber Foto: Dokumentasi K-Sparted KMBP



   












  






          KMBP SPORT ART EN’ OLYMPIAD (K-SPARTED) merupakan lomba internal perdana Keluarga Mahasiswa Buddhis Palembang (KMBP) yang dilaksanakan khusus untuk anggota internal KMBP dari angkatan 2017, 2018, 2019. K-Sparted berlangsung hari minggu (22/3), dengan banyak lomba yang diadakan seperti: bulu tangkis, bola basket, fotografi, catur, gaple, dan KMBP Got Talent. Setiap angkatan wajib mengirim perwakilan untuk maju di setiap cabang perlombaan. Setiap lomba diselenggarakan pada lokasi yang berbeda. Lomba bola basket dilaksanakan di lapangan basket Bangau, lomba bulu tangkis dilaksanakan di lapangan bulu tangkis Taksam. Dan untuk lomba gaple, catur dan KMBP Got Talent dilaksanakan di Vihara Samantha Badra.
            Tujuan diadakannya K-Sparted adalah untuk mengakrabkan para anggota KMBP, dari angkatan yang paling junior sampai senior. Mereka dapat membangun hubungan baik antar anggota, tidak hanya menyusun sebuah acara, namun ikut memeriahkan acara tersebut melalui lomba-lomba yang telah diadakan. Selain itu, minat dan bakat setiap anggota KMBP dapat dikembangkan dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan. Mereka akan diapresiasi dengan hadiah apabila menjuarai lomba tersebut, kata Jefry Caesar selaku Ketua Umum KMBP. Hal yang sama dinyatakan oleh Shintia sebagai Ketua Pelaksana K-Sparted “Ini kan acara internal, jadi acara ini diperuntukan untuk anggota internal KMBP agar lebih kenal satu sama lain, karena sesama anggota harus kenal, apalagi yang seangkatan. Selain itu, juga untuk mengembangkan minat dan bakat semua temen-temen KMBP di bidang seni dan olahraga paparnya.
            Acara K-SPARTED berlangsung dengan sangat meriah dan penuh rasa kompetisi. Deviana, sebagai juara I lomba bulu tangkis  putri dari angkatan 2017 tidak menyangka bisa memenangkan perlombaan bersama rekannya, karena ini adalah perolmbaan bulu tangkis pertamanya. “Ini baru kali pertama saya mengikuti perlombaan seperti ini, jadi rasanya sangat terkejutujarnya.Tibalah di penghujung acara, yaitu pembacaan daftar pemenang lomba. Berikut daftar pemenang dari setiap lomba yang diadakan:

Ø  Juara Lomba Basket
Juara 1           : Angkatan 18
Juara 2           : Angkatan 19
Juara 3           : Angkatan 17
Ø  Juara Lomba Catur
Juara 1           : Steven Lie
Juara 2           : Leon Yan Tanu
Juara 3           : Erwin
Ø  Juara KMBP Got Talent
Juara 1           : Racellita dan Erven Tanjungan
Juara 2           : Sheila Mitha Kalyani
Juara 3           : Shelina Saputri
Ø  Juara Lomba Bulu tangkis
a.    Bulutangkis Putra
Juara 1           : Michael Pratama Edika dan Jefrey Husadha
Juara 2           : Igo Gustama dan Hengki Andreas
Juara 3           : Rivaldo dan Hendra Julianto
b.    Bulutangkis Putri
Juara 1           : Oktavia Yunita dan Deviana
Juara 2           : Sheren Olivia Yohanes dan Monica
Juara 3           : Danau Sutria dan Nucke Aurelia
Ø  Juara Lomba Gaple
Juara 1           : Hendra Julianto dan Rivan Dermawan
Juara 2           : Jefry Caisar dan Steven Wijaya
Juara 3           : Davin Felix Indrawan dan Jersen Sofian Putra
Ø  Juara Lomba Fotografi
Juara 1           : Dicky Oktavianus
Juara 2           : Shintia
Juara 3           : Grace Stevanny Herman

(By: Melyssa Herman)

Go Follow!
Instagram: Cittamagz
Youtube: Cittakmbp

Kamis, 26 Maret 2020

BAKSOS KESEHATAN TZU CHI KE-131



Kegiatan Screening dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131

Keterangan Foto: Flyer Kegiatan Baksos Tzu Chi

Palembang
-- Masyarakat kota Palembang merasa terbantu dengan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Tzu Chi ke-131 yang menyediakan layanan operasi katarak, hernia, bibir sumbing, bedah minor gratis di Rumah Sakit Bahyangkara Palembang. Kegiatan baksos diawali dengan proses screening (penyaringan) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (14/3). Pasien yang mengikuti baksos berasal dari berbagai kalangan. Sebelum kegiatan dimulai, pasien dan relawan dibagikan masker dan diperiksa suhu tubuhnya untuk menjaga diri dari penyebaran virus COVID-19. Di beberapa meja pendaftaran juga disediakan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan pasien dan relawan.

Keterangan Foto: (Atas) Pemeriksaan suhu badan relawan (yang menggunakan rompi kuning keemasan) |(Bawah) Pemeriksaan suhu badan pasien. (Sumber foto: Sheilamotret).

Proses screening dimulai pukul 8 pagi, dimana para pasien yang telah terdaftar duduk mengantri untuk menunggu dipanggilnya nomor antrian mereka. Pasien yang dipanggil cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kemudian dengan bantuan pendamping, pasien masuk ke ruangan untuk melakukan proses screening. Dari hasil screening, nasib pasien akan ditentukan apakah perlu mengikuti operasi tanggal 20 - 22 Maret di jam dan lokasi yang sama dengan proses screening. Namun, hari Senin (16/3) pihak Tzu Chi Palembang memutuskan untuk menunda pelaksanaan jadwal operasi sampai dengan waktu yang belum ditentukan, untuk menghindari penyebaran Corona Virus (COVID-19).

Keterangan Foto: Suasana kepadatan pasien mata dan hernia ketika menunggu nomor antriannya dipanggil. (Sumber foto: sheilamotret).







“Kegiatan ini perlu dilakukan karena sesuai dengan ujaran Master Cheng Yen, bahwa manusia bisa jatuh miskin karena sakit. Jadi, Tzu Chi berusaha membantu orang sakit yang tidak mampu, untuk meringankan beban hidup mereka.” ujar Novriko selaku Wakil penanggung jawab amal di Yayasan Tzu Chi Palembang. Acara ini dapat berlangsung secara gratis atas dukungan para donatur yang berasal dari berbagai agama dan kalangan termasuk penerima bantuan Tzu Chi di seluruh Indonesia yang menyisihkan uangnya lewat celengan bambu. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Tzu Chi tidak memandang suku, ras, agama, dan golongan (SARA). Baksos ini melibatkan sekitar 170 relawan dan tenaga medis yang berasal dari Jakarta dan Palembang. “Kita harus jadi manusia yang bisa memberi kebermanfaatan bagi manusia lain. Kegiatan ini sangat bagus karena menolong orang lain yang kurang mampu.” ucap Chelline Nandya, salah satu relawan yang berstatus sebagai mahasiswi Universitas Sriwijaya.

Keterangan foto: Salah satu proses pemeriksaan pasien yang dibantu oleh relawan Tzu Chi (berompi kuning emas). (Sumberfoto: sheilamotret)

Julia Veronica selaku keluarga pasien, mengaku sangat berterima kasih atas adanya kegiatan ini. “Izinkan saya berterima kasih yang sebesar-besarnya untuk Yayasan Tzu Chi karena kegiatan yang luhur ini telah memberikan harapan baru bagi para pasien untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. Walaupun gratis, pelayanan dalam kegiatan baksos sangat hangat dan ramah.” katanya. Dilansir dari tzuchi.or.id, Yayasan Buddha Tzu Chi adalah yayasan yang didirikan oleh Master Cheng Yen di Chingsui, Taiwan dan bergerak di bidang amal, kesehatan, pendidikan serta budaya humanis. 


Go Follow!
Instagram: Cittamagz
Youtube: Cittakmbp