counter

Minggu, 01 Maret 2020

KAB Butuh Adik Asuh




Hari Minggu tanggal 23 Februari 2020, Kakak Asuh Buddhis (KAB) KMBP melakukan perekrutan calon adik asuh baru. Perekrutan ini bertujuan untuk menarik minat calon adik asuh yang berlatar belakang dari keluarga menengah kebawah serta menarik perhatian umat untuk memberikan biaya santunan berupa donasi yang bisa disalurkan melalui stand KAB di depan Dhammasala atau rekening yang telah tertera.
Beberapa lampiran data diri yang diperlukan untuk menjadi calon adik asuh adalah :
1. Kartu keluarga: 1 lembar (fotocopy)
2. KTP orang tua: 1 lembar (fotocopy)
3. Kartu SPP calon adik asuh: 1 lembar (fotocopy)
4. Rekening listrik, air, utilitas lainnya: 3 bulan terakhir (fotocopy)
5. Slip pembayaran lainnya: 3 bulan terakhir (fotocopy)
6. Rapor sekolah 1 tahun terakhir/ ijazah terakhir : 1 lembar/ rangkap (fotocopy).
Adik asuh yang mendaftar akan diseleksi, untuk meninjau apakah mereka memang layak mendapat bantuan berdasarkan syarat- syarat yang tersedia. Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi adik asuh, yaitu :
1. Berasal dari keluarga yang kurang mampu.
2. Adik asuh memiliki niat untuk bersekolah dengan sungguh – sungguh.
3. Mengambil serta mengisi formulir pendaftaran adik asuh KAB.
4. Melampirkan semua lampiran yang tertera pada formulir.
5. Bersedia mengikuti semua proses perekrutan adik asuh KAB yaitu survei dan masa uji coba belajar.
6. Bersedia mengikuti dan menaati seluruh peraturan dari KAB.
“Tidak ada batas pendaftaraan calon anak asuh, kecuali jika jumlah anak asuh sudah dirasa melebihi kapasitas yang ditargetkan. Untuk sekarang, masih banyak anak asuh yang dibutuhkan. Yang ingin mendaftar bisa menghubungi saya atau Sonya.” ujar Kepala Divisi KAB, Reinaldo Anthony.
KAB KMBP sendiri merupakan badan semi otonom di bawah naungan KMBP yang bergerak di bidang pendidikan, yang bertujuan untuk membantu anak-anak dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA), yang memiliki keterbatasan biaya, tetapi memiliki keinginan yang besar untuk belajar. Dengan perekrutan ini diharapkan banyak siswa yang tertarik untuk mendaftarkan dirinya sebagai adik asuh, karena KAB sendiri memiliki jumlah kakak pengajar yang cukup banyak, yaitu 32 orang. (By: Melita, Cessy dan Chelline)


Go Follow!

Instagram: Cittamagz
Youtube: Cittakmbp



Minggu, 23 Februari 2020

Perayaan Magha Puja 2563 BE


Sumber foto: Humas KMBP



Hari Sabtu (8/2) muda mudi Keluarga Mahasiswa Buddhis Palembang (KMBP) melakukan perayaan Magha Puja di Vihara Samanta Bhadra Palembang. Lantas, apa itu perayaan Magha Puja?




Magha Puja adalah hari raya agama Buddha yang memperingati peristiwa pertemuan antara Sang Buddha dengan para arahat di Veluvana Arama di kota Rajagaha. Peristiwa ini terjadi di bulan Magha (sekitar bulan Februari atau Maret di kalender Masehi). Hari raya ini diperingati pada bulan purnama tiap bulan ketiga pada kalender Buddha. Bertepatan dengan 15 hari setelah tahun baru Imlek (Cap Go) yang pada malam harinya disertai bulan purnama (bulan penuh). Peristiwa Magha Puja setiap tahunnya diperingati dengan tujuan untuk mengenang dan merenungkan peristiwa agung yang terjadi pada bulan Magha.
Perayaan hari Māgha Pūjā sangat istimewa karena didasari pada kisah ketika sang Buddha berada dalam sebuah pertemuan dengan 1250 Bhikkhu Arahat yang telah ia tahbiskan secara langsung. Menurut cerita, pertemuan ini terjadi tepat sepuluh bulan setelah sang Buddha menggapai pencerahan. Selain itu, diceritakan bahwa pertemuan ini diberkahi oleh empat faktor (Cāturaṅga Sannipāta), yakni:
  1. Sebanyak 1250 murid menghadiri pertemuan tersebut tanpa adanya perintah sama sekali.
  2. Semua murid yang menghadiri pertemuan tersebut adalah arhat.
  3. Semua murid yang menghadiri pertemuan tersebut sudah ditahbiskan secara langsung oleh sang Buddha.
  4. Pertemuan itu terjadi saat hari bulan purnama di bulan Māgha.
Pada kesempatan agung itu, Sang Buddha menerangkan prinsip-prinsip ajaran yang disebut Ovada Patimokkha. Isi dari Ovada Patimokkha itu sama dengan syair yang tercantum dalam kitab suci Dhammapada bab XIV ayat 183, 184, dan 185 yaitu sebagai berikut :
  • Janganlah berbuat kejahatan,Perbanyak perbuatan baik,
    Sucikan hati dan pikiran,
    Inilah ajaran para Buddha.
  • Kesabaran adalah praktik bertapa yang paling tinggi.
  • “Nibbana adalah yang tertinggi,” begitulah sabda para Buddha.
  • Dia yang masih menyakiti orang lain,
    Sesungguhnya bukanlah seorang pertapa (samana).
  • Tidak menghina, tidak menyakiti,
    Mengendalikan diri sesuai dengan peraturan,
    Makanlah secukupnya,
    Hidup di tempat yang sunyi,
    Dan giat mengembangkan batin nan luhur,
    Inilah ajaran para Buddha.
Upacara pemujaan biasanya terdapat  prosesi pemujaan (dupa, lilin, air, dan bunga) di depan altar. Pada upacara Magha Puja, dilakukan pembacaan Magha Puja Gatha dan Paritta khusus Ovada Patimokkhadipatha dalam bahasa Pali secara bersama-sama atau dilakukan pembacaan salah satunya. Selanjutnya, dilakukan puja bakti, meditasi, nyanyian Buddhis dan dhammadesana oleh bhikkhu sangha mengenai makna peringatan Magha Puja dan terkadang juga melepaskan hewan dari penahanan. Peristiwa Maggha sangat bersejarah dan masih sering diperingati oleh umat Buddha, khususnya dari aliran selatan. Patimokkha ini sering dikatakan sebagai jantung ajaran agama Buddha. (By: Yenny. S)



Sumber
Buku Kunpulan Naskah Dharma Edisi 3 dari Yayasan Buddhakirti Palembang
https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/makna-hari-hari-suci-agama-buddha-2/


---------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Go Follow!
Instagram: Cittamagz
Youtube: Cittakmbp